Seto Mulyadi Menolak Pikun dengan TTS

IMG_0009

Seto Mulyadi/Viriya Paramita

Masa-masa Sekolah Dasar adalah waktu krusial bagi seorang anak. Saat itu mereka mulai belajar soal kecerdasan yang memadukan fungsi otak kiri dan otak kanan. Banyak orangtua kesulitan menerapkan metode tepat agar pertumbuhan anak berjalan lancar. Tak banyak yang tahu, teka-teki silang (TTS) bisa jadi solusinya.

Otak kiri berfungsi dalam hal-hal yang berhubungan dengan logika, rasio, kemampuan menulis dan membaca, serta merupakan pusat matematika. Bagian otak ini merupakan pengendali intelligence quotient (IQ). Daya ingat otak bagian ini juga bersifat jangka pendek.

Sementara itu otak kanan berfungsi dalam perkembangan emotional quotient (EQ). Misalnya sosialisasi, komunikasi, interaksi dengan manusia lain serta pengendalian emosi. Pada otak kanan ini pula terletak kemampuan intuitif, kemampuan merasakan, memadukan, dan ekspresi tubuh, seperti menyanyi, menari, dan melukis.

Keduanya sama-sama penting. Karena itu, senam otak dibutuhkan untuk mengoptimalkan fungsi kedua bagian otak. Psikolog anak, Seto Mulyadi, juga mengatakan hal senada. Untuk itu ia kerap mengajak keluarga bermain TTS bersama.

“Saya ramai-ramai sekeluarga suka main TTS. Apalagi saat hari ulang tahun Kompas biasanya TTS-nya besar sekali. Itu jadi santapan bersama deh,” kata Seto.

“TTS itu mempererat kekeluargaan dan melatih kerja sama. Suka terjadi juga perdebatan antara saya, istri dan anak-anak saat mencari jawaban. Tapi saat sudah ketemu jawabannya, ya sudah biasa lagi. Karena jawaban itu adalah hasil keputusan bersama.”

Seto juga menerapkan sistem keterbukaan pada keluarga. Rutin seminggu sekali di akhir pekan, ia mengajak istri dan anak-anak untuk terlibat dalam sidang umum permasalahan rumah. Saat itu mereka saling terbuka menceritakan berbagai permasalahan yang ada. Dengan begitu, tak ada lagi unek-unek mengganjal dalam hati.

Saat itu, anak-anaknya dituntut untuk berpikir cerdas dan kreatif. Untungnya anak-anak Seto telah bermain TTS sejak usia dini.

“Baiknya kita mengajak anak-anak bermain TTS saat mereka berusia tujuh hingga 12 tahun, atau saat masa SD. Mulanya saat kelas 1 atau 2 SD, kita berikan TTS dengan tingkat kesulitan lebih sederhana. Barulah saat kelas 5 dan 6 SD kasih yang lebih kompleks. Soalnya, TTS bagus untuk menajamkan otak,” kata Seto.

Menurut Seto, otak kiri anak dilatih saat berusaha mencari jawaban yang tepat. Sementara itu, otak kanan dituntut untuk kreatif kala mencari jawaban-jawaban alternatif untuk sebuah teka-teki.

“Misalnya pertanyaannya adalah nama sebuah kota di Jawa Tengah. Kota di sana kan banyak sekali. Tapi dengan melihat benturan antara kotak-kotak yang ada, serta melihat stimulasi huruf petunjuknya, kita bisa menemukan jawabannya dari sekian banyak alternatif,” ujar Seto.

Menurut Seto, senam otak sama dengan senam fisik. Misalnya bila kita jarang atau tak pernah berolahraga, maka tubuh akan terkejut ketika menghadapi sebuah reaksi yang berkaitan dengan fisik.

“Begitu juga dengan berpikir. Untuk bisa berpikir cerdas dan kreatif, kita harus melatih diri dengan melakukan senam otak. Kalau itu jadi tradisi dan kebiasaan teratur, kemampuan berpikir kita akan jadi lebih cerdas dan lentur. Ini bagus untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, entah dalam mengambil keputusan, jiwa kepemimpinan, berorganisasi, dan lainnya,” jelas Seto.

Karena itu, TTS adalah bentuk senam otak yang tepat untuk anak-anak, remaja maupun orang dewasa. Bahkan TTS juga penting bagi para manusia lanjut usia (manula). Seto yang saat ini telah berusia 63 tahun, masih rutin mengerjakan TTS agar ia tidak cepat pikun.

“Saya kan juga sudah manula. Biar tidak gampang lupa ya saya main TTS,” tegasnya.

 

NB: Tulisan ini pertama dimuat di buku TTS Ringan Kompas (2014).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s