Pesepeda Motor Ideal Pujaan Mertua

IMG_1936

Ilustrasi pesepeda motor/Viriya Paramita

Naik sepeda motor di Indonesia itu ngeri-ngeri sedap. Saat macet, kita bisa mendadak jadi Valentino Rossi muda penuh talenta. Nyalip sana-sini, masuk gang kecil, naik ke atas trotoar, ataupun melawan arus mengambil jalan orang lain. Rasanya keren betul ketika kita sedang melakukannya. Rasanya bajingan betul ketika kita melihat orang lain melakukannya.

Namun sekalinya kecelakaan, barulah kita melapor pada Direktorat Penyesalan. Urusannya bisa berbulan-bulan, bahkan tahunan. Konsekuensinya beragam, dari denda uang hingga nyawa.

Ini bisa terjadi karena kita kerap tak mengacuhkan peraturan di jalanan atau menyepelekan risiko. Selain itu, banyak orang berlomba belajar naik sepeda motor sejak usia sedini mungkin. Dari awal, mereka dibiarkan mencoba sendiri, tanpa diperingatkan soal etika berkendara yang mesti ditaati.

Maka wajar bila kita kerap melihat bocah SD sudah bermanuver sembarangan di jalan. Sekali jalan minimal tiga penumpang. Lampu mati, tanpa spion dan helm lebih asyik.

Untuk itu, saya bermaksud merekomendasikan prosedur pembelajaran mengendarai sepeda motor, khususnya bagi mereka yang tinggal di sekitar Jabodetabek. Tiap langkah yang ada baru bisa diterapkan ketika Anda telah berusia minimal 17 tahun. Harap disimak.

1. Depan Rumah

Mulailah dari jalanan depan rumah Anda. Tetap mengenakan helm, celana panjang dan sepatu untuk meminimalisir luka bila terjatuh. Jangan lupa bertegur sapa dengan anak-anak yang sedang bermain bola. Pelankan kecepatan bila ada ibu-ibu mendekat. Tawarkan tumpangan bila memungkinkan.

Jalanan

Paling aman mulai dari depan rumah sendiri/rumahdijual.com

2. Warung Rokok

Cari warung rokok di jalan raya terdekat. Tetap mengenakan helm, celana panjang dan sepatu biar tetap necis kalau ketemu gebetan yang lagi mangkal di warung. Bawa sepeda motor pelan-pelan di sebelah kiri jalan. Gunakan spion dan jempol maut bila ingin berubah arah. Disarankan tidak menjulurkan kaki sebagai aba-aba untuk berbelok. Jangan songong.

Kenali kondisi sekitar. Pelajari gerakan angkot yang awalnya seperti tak terprediksi. Saat angkot mengerem dan mengetem mendadak, tak usah buru-buru menyalipnya dari kanan. Dalam usaha keras untuk menyalip, angkot selalu berkhianat dengan tiba-tiba maju kembali dan menempatkan kita jadi pihak yang salah.

Pelankan kecepatan bila ada ibu-ibu naik sepeda motor ingin menyalip Anda. Di dunia jalan raya Jakarta dan sekitarnya, mereka penguasa sebenarnya. Bila kita sembarangan membentak, suaminya bisa mendadak datang dan balik melabrak.

Sesampainya di warung rokok, belilah rokok. Atau teh botol. Atau Tic Tac. Lalu pulanglah dengan hati-hati. Lakukan tahap ini hingga minimal sebulan. Bila Anda merasa sudah cukup fasih, mari kita masuk tahap selanjutnya.

Jalan_Margonda

Jalan Raya Margonda, Depok/rumahdijual.com

3. Ciledug

Dengan sangat terpaksa, kita mesti berkenalan dengan Ciledug. Saya peringatkan, sebelum mencoba lebih baik isi perut Anda dan siapkan mental sebaik mungkin. Bila baru bertengkar hebat dengan pacar, lebih baik tunda masuk ke tahapan ini.

Anda bisa memulai petualangan dari titik Seskoal ke arah Tangerang. Setelahnya, berturut-turut Anda akan menemui kemacetan dan keriuhan klakson masif di depan Pasar Cipulir, kolong jalan tol baru, depan Giant, dan sekitar CBD Ciledug. Beberapa titik lain juga berpotensi menimbulkan kekacauan yang sama, tergantung pada jam berapa Anda melaluinya.

Berkendaralah dengan perlahan. Kenali kondisi sekitar. Di sini, lawan Anda bukan hanya angkot. Ada ibu-ibu, tukang ojek, anak sekolahan, bapak-bapak jemput anak sekolahan, dan lain sebagainya. Namun, bos besarnya adalah Metro Mini. Gerakan mereka lebih lincah dan tak teratur dibanding angkot. Disarankan, hindari sisi kanan Metro Mini. Saat memulai tarikan awal, mereka selalu mengeluarkan asap beracun dari sebelah kanan yang berpotensi menimbulkan rabun temporer, sesak napas akut, dan hilangnya rasa percaya diri. Bila tak sempat menghindar, makian boleh dilontarkan.

Ciledug menawarkan banyak kejutan dan level-level bonus dalam prosesnya. Misalnya saja level banjir, level perbaikan jalan dan level pembangunan flyover. Saat banjir, usahakan air tidak masuk ke knalpot. Injak rem setengah tenaga sembari tetap menarik gas perlahan agar angin tetap menyeruak keluar dari knalpot dan menghalangi air membandel untuk bertamu. Saat macet kronis karena perbaikan jalan atau pembangunan flyover, pasang headset, dengarkan lagu “Senja di Jakarta”-nya Banda Neira, dan bakar rokok. Tak ada pilihan lain.

IMG_7359

Menuju Ciledug saat senja/Viriya Paramita

4. Jakarta Pusat

Sekarang, bersiaplah untuk Jakarta Pusat. Bila sebelumnya Anda harus bermain keras di Ciledug, kini Anda mesti bermain pintar. Jakarta Pusat menawarkan kompleksitas rute jalan yang lebih tinggi. Salah belok sekali saja, Anda bisa tersasar jauh dan sulit untuk mencari putaran balik. Salah masuk jalan sebentar saja, polisi sudah menanti untuk menyergap dan menilang.

Cari tahu mana jalan yang boleh dan tidak boleh dilalui sepeda motor. Perhatikan rambu-rambu yang ada dengan saksama. Hati-hati, bila plangnya tertutup pohon lebat, itu tetap salah Anda. Bila mau nekat, tidak apa-apa. Yang penting siapkan uang minimal 50 ribu di dompet Anda.

Polisi juga gemar mengadakan razia secara acak. Karena itu, pastikan Anda membawa surat-surat yang diperlukan dengan lengkap dan belum kedaluwarsa. Boleh nekat bila Anda anak pejabat atau wartawan.

Selain itu, kemacetannya juga luar biasa di saat jam pergi atau pulang kerja. Bila senang fotografi, melajulah di jalur tengah di antara dua mobil dalam kemacetan, ambil foto, dan unggah ke Instagram. Jangan lupa pasang tagar #instatraffic untuk memancing simpati teman-teman Anda.

Senja_di_Bundaran_HI_9_18285_20120428184510_udin

Bundaran HI, Jakarta Pusat, nan rumit/www.jakarta.go.id

5. Puncak

Sampailah kita pada ujian akhir dalam proses pembelajaran ini: Puncak. Wilayah Puncak, Bogor, memiliki jalan menanjak panjang nan berliku. Di sini, Anda dilatih untuk memainkan gigi sepeda motor dengan tepat dalam berbagai kondisi.

Jangan asal masuk ke gigi 4 saat turunan. Bila lepas kendali, nyawa yang jadi taruhannya. Belajarlah memanfaatkan sistem engine break. Saat menyalip, gunakan gigi yang lebih rendah dari biasanya hingga mesin meraung kencang dan perlahan lepaskan ketika telah berada di depan. Dengan begitu, kecepatan akan turun dengan sendirinya dan sepeda motor tetap ada di kendali resmi Anda.

Lalu, usahakan tidak sembarang menyalip di tikungan. Kadang kita akan berada di sudut mati hingga kendaraan dari arah berlawanan tak terlihat kedatangannya. Namun jangan pula menunggu terlalu lama. Bisa-bisa yang di belakang menyalip Anda. Itu, sakit.

Bila polisi sedang menerapkan aturan satu arah, segera cari rumah makan terdekat dan nongkrong hingga polisi membuka arah sebaliknya. Bisa saja sih terus jalan melawan arah, tapi disarankan itu tidak dilakukan sebelum kemampuan Anda cukup mumpuni. Jika mau makan, jangan lupa tanya harga lebih dulu sebelum membeli. Ada beberapa rumah makan yang menawarkan mi instan dengan harga setara tiga liter premium.

IMG_0738

Puncak saat tengah hari/Viriya Paramita

Sekarang, Anda telah resmi jadi pengendara sepeda motor ideal pujaan mertua. Ingat, perhatikan kondisi sekitar dan selalu waspada. Jangan lupa, selalu hormati ibu-ibu yang menyalip truk tanpa mengenakan helm sembari membonceng kedua anaknya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s